IDENTITAS :
Nama Guru : Tungga Wijaya, S.Kom
Mata pelajaran : Bahasa Lampung
Hari, Tanggal : Selasa 20 Oktober 2026
Kelas / Fase : VIII / D
Materi Pembahasan : Wacana Narasi (Legenda)
Pertemuan Ke : 9 (Sembilan)
BAB 4
CP:
Pada akhir fase D, Siswa mampu secara umum memiliki kemampuan berbahasa Lampung untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial dan akademik. Secara khusus peserta didik; (1) mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra; (2) mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan menangapi informasi dari penyajian teks nonfiksi dan fiksi; (3) mampu menulis berbagai teks dengan lebih terstruktur untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya serta menuliskan tangggapannya terhadap paparan dan bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya; (4) dan mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi/pesan yang didengar.
Tujuan Pembelajaran : Siswa mampu Mendengarkan kembali isi puisi (pepaccur) dalam bahasa Lampung dengan kalimat sederhana
Model Pembelajaran :
- Tatap Muka
- Penugasan / Latihan
Meaningful: Memahami asal-usul sejarah, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam teks wacana legenda Lampung, sehingga siswa menghargai warisan budaya leluhur serta dapat memetik pesan moral untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Mindful: Mengamati teks wacana legenda secara cermat untuk menganalisis struktur narasi (orientasi, komplikasi, resolusi), penggunaan kosakata kuno/khusus (hadat), dialek bahasa, serta alur kejadian secara runtut dan teliti.
Joyful: Tantangan "Peta Misteri Legenda", di mana siswa secara berkelompok berlomba menyusun kepingan cerita narasi legenda yang diacak, lalu mempresentasikan kisah asal-usul daerah tersebut menggunakan teknik bercerita (storytelling) yang kreatif dan interaktif.
- Siswa mampu Mendengarkan contoh pepaccur yang dibacakan
- Menentukan ciri-ciri yang terkandung dalam pepaccur
- Menyimpulkan isi dari pepaccur
Materi Pelajaran : Pepaccur (Puisi) berbahasa Lampung
Metode Pembelajaran :- Base Learning
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
- Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT telah menciptakan bumi Lampung dengan keindahan alam, bentang sejarah, dan keanekaragaman tempat yang menakjubkan. Melalui wacana narasi legenda, kita diajak mengagumi mahakarya penciptaan-Nya serta memahami asal-usul tanah tempat kita berpijak dengan rasa syukur.
- Al-Malik (Maha Memelihara/Penguasa): Allah SWT mengatur jalannya sejarah dan peristiwa dari masa ke masa dengan kekuasaan-Nya. Hal ini mengajarkan kita bahwa kisah perjalanan para tokoh dan asal-usul tempat dalam legenda memuat ikhtibar (pelajaran) agar kita senantiasa memelihara tradisi, menjaga kelestarian alam, serta menegakkan kebenaran sesuai ketetapan-Nya.
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT memberikan rezeki berupa kearifan lokal, sejarah adiluhung, serta kekayaan sastra tutur yang diwariskan oleh para leluhur Lampung. Memahami wacana legenda menjadi sarana bagi kita untuk mengambil pesan moral, melestarikan bahasa ibu, serta menjaga warisan sejarah sebagai rezeki kebudayaan yang tak ternilai harganya.
Pepaccur (Puisi) berbahasa Lampung
Pepaccur/Pepaccogh/Wawancan merupakan salah satu bentuk kesenian
Lampung, terutama seni sastra.
Pepaccur/Pepaccogh/Wawancan biasanya
dibacakan pada saat upacara adat seperti perkawinan dan khitanan.
Pepaccur/Pepaccogh/Wawancan adalah seni sastra / puisi berisi nasihat,
harapan, petunjuk, pemberian adok atau gelar yang diucapkan dalam bahasa
Lampung.
Istilah pepaccur dikenal di lingkungan masyarakat Lampung
dialek O.
Di lingkungan masyarakat Lampung dialek A dikenal dengan
istilah pepaccogh (di lingkungan masyarakat Lampung dialek A Sebatin
dikenal dengan istilah wawancan).Pepaccur/Pepaccogh/Wawancan disampaikan
oleh orang yang ahli dan dapat melagukan sesuai dengan iramanya.
Pepaccur/Pepaccogh/Wawancan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Tidak ada pembukaan
2. Berisikan nasihat
3. Memiliki pola ab ab, abcd, abc abc
4. Dapat dilakukan dimana sajabagi yang memerlukan nasihat.
5. Terdiri atas sejumlah bait dan setiap bait terdiri atas empat atau enam baris. Jumlah bait tergantung pada sedikit atau banyaknya pesan yang disampaikan.
Berikut ini adalah contoh Pepaccur/Pepaccogh/Wawancan :
Bismillah babakh kata... Salam pembukaan ni...
Mahap pun ngalimpukha... Sauyin ahli wakhi...
Anjo huwakhan wakhca.... Ngebakh cawa bukheti...
Kham imat jama jama... Kalau wat faidah ni...
Mula wat babakh wakhca... Ngawawancan basa ni...
Tangkai seni budaya... Sai pakhlu kham tikali....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar