Total Tayangan Halaman

Senin, 20 April 2026

Bahasa Lampung Kelas 8 Semester Genap "Idiom dalam Bahasa Lampung Dialek O", Senin 19 April 2026

 IDENTITAS.

Nama Guru                : Tungga Wijaya
Mata pelajaran           
Bahasa Lampung
Hari, Tanggal              : Senin, 19 April 2026
Kelas                          : VIII
Materi / pembahasan : 
Idiom dalam Bahasa Lampung Dialek O

TUJUAN PEMBELAJARAN :
 

Model Pembeljaran :
Tatap muka 

Metode Pembelajaran : 

Ceramah, diskusi, tanya jawab. 

IDIOM (Pertemuan 1)

Dalam pelajaran Bahasa Lampung, idiom atau ungkapan dikenal sebagai sesikun atau sekiman. Secara sederhana, idiom adalah kata-kata kiasan yang maknanya tidak bisa diartikan secara harfiah, melainkan sudah menyatu menjadi makna khusus yang digunakan untuk memperindah bahasa, menyindir, memberi nasihat, atau mengungkapkan perasaan.

Contoh-Contoh Idiom dalam Bahasa Lampung

Berikut adalah beberapa idiom Bahasa Lampung yang sering dipelajari beserta maknanya:
Idiom (Bahasa Lampung)     Makna (Indonesia)
Ampang Pungu                     Ringan tangan (rajin, suka membantu)
Balak Hati                             Besar hati (bangga, merasa terhormat)
Biyak Injak / Biyak Suyut      Malas bekerja / malas berusaha
Buyuk Hati                            Iri dengki
Cadang Hati                         Kecewa
Cuweh Hati                          Agak kecewa
Jahat Hati                            Jelek pemikiran (buruk hati)
Kamak Pungu                      Suka mencuri
Kedol Cuping                       Bandel (tidak mau mendengar nasihat)
Kedol Pudak                        Tidak punya rasa malu
Lunik Hati                            Kecil hati (kecewa)
Mata Bayuk                         Mata keranjang
Pudak Mengan                    Maunya makan terus (rakus)
Sakik Hati                            Sakit hati
Suluh Mata                          Suka marah, iri dengki
Utok Ukhang                        Sangat bodoh (otak udang)
Wewah Hati                         Baik hati

Wewah Pudak                     Peramah 













1. Dari Segi Makna (Ketertebakan Makna)

Idiom: Maknanya tidak bisa ditebak secara harfiah. Jika diterjemahkan kata per kata, hasilnya kacau.

  • Contoh: "Buah tangan"

    • Harfiah: Buah yang ada di tangan.

    • Makna idiom: Oleh-oleh.

    • Tidak ada hubungan logis antara "buah" dan "oleh-oleh".

Ungkapan Biasa: Maknanya masih bisa ditebak atau dihubungkan secara logis dengan kata-kata penyusunnya.

  • Contoh: "Makan hati"

    • Harfiah: Memakan organ hati.

    • Makna: Menahan sakit hati atau kekecewaan.

    • Ada hubungan logis: Hati adalah pusat perasaan, jadi "memakan hati" berarti mengalami rasa sakit batin.

Catatan: Dalam beberapa teori, "makan hati" termasuk idiom. Tapi secara gradasi, ia lebih mudah ditebak daripada "buah tangan". Batasnya tipis.

2. Dari Segi Struktur (Bentuk)

JenisCiriContoh
Idiom                        Biasanya Verba + Nomina atau                                     Adjektiva + Nomina (sangat                                          pendek)Keras kepala, besar hati, ringan tangan, mata keranjang.

Ungkapan                        Bisa berbentuk anak kalimat atau                                 kalimat lengkapSeperti katak di bawah tempurung, bagai air di daun talas.

Fungsi Idiom dan peribahasa
Dalam Bahasa Lampung memiliki beberapa fungsi penting dalam kehidupan masyarakat:

Alat pemberi nasihat  – Menyampaikan pesan moral secara halus
Motivasi                      – Memberi semangat dalam menjalani hidup
Sindiran                      – Menegur tanpa menyakiti perasaan secara langsung
Sanjungan                  – Memuji dengan cara yang indah
Perbandingan             – Menggambarkan suatu situasi dengan analogi


ASSESMENT:
Diberikan Tugas keoada eserta didik untuk menyiiapkan satu Lagu Daerah Lampung dari materi diatas tersebut kemudian dibawakan didepan kelas..

REFLEKSI :

  1. Kesimpulan jalannya kegiatan pembelajaran hari ini yaitu peserta didik sudah bisa menyebutkan minimal 3 contoh lagu pop daerah lampung yang mereka ketahui, menyanyikan liriknya dengan benar dan mengetahui makna dari lagu tersebut dengan baik.

Jika masih ada yang belum dimengerti dari pembahasan materi diatas, siswa/i dapat menanyakan langsung kepada Guru mapel..
Trimakasih Wassalammualaikum Wr Wb....

 

 

Jumat, 17 April 2026

Informatika Kelas 8 Semester Genap "Dampak Sosial Informatika", Jum'at 17 April 2026

IDENTITAS :
Nama Guru                   : Tungga Wijaya, S.Kom
Mata pelajaran              : Informatika
Hari, Tanggal                : Jum'at, 17 April 2026
Kelas                            : VIII
Materi Pembahasan     : (Dampak Sosial Informatika) 
Ruang Publik / Media Pers Digital

TUJUAN PEMBELAJARAN : 

  • Peserta didik mampu memahami pentingnya menjaga rekam jejak digital pada ruang publik digital.

Metode Pembelajaran : 
Deep Learning

Model Pembelajaran :
Ceramah, Tanya jawab 

Ruang Publik / Media Pers Digital (1)
 

 

1. Ruang Publik Digital (Virtual)
Ruang publik digital adalah platform online tempat berinteraksi, berbagi informasi, dan berdiskusi.

  • Jenis-jenis: Media sosial (Instagram, X, TikTok), forum diskusi, blog, platform video (YouTube), ruang game online, dan aplikasi chat.
  • Pemanfaatan: Alat produksi konten, sarana edukasi, dan diseminasi informasi.
  • Etika & Keamanan: Menerapkan mindfulness (kesadaran penuh) dan melindungi data pribadi, seperti yang dijelaskan dalam materi flipbuilder

2. Rekam Jejak Digital (Digital Footprint)
Rekam jejak digital adalah semua informasi atau jejak data yang ditinggalkan seseorang saat menggunakan internet. 

  • Jejak Aktif: Data yang sengaja dibagikan, seperti postingan media sosial, komentar, email, dan unggahan foto/video.
  • Jejak Pasif: Data yang dikumpulkan tanpa sadar, seperti riwayat pencarian (search history), IP address, pembelian online, dan lokasi. 

3. Dampak dan Pentingnya Rekam Jejak Digital

  • Identitas & Reputasi: Jejak digital membentuk citra diri secara online dan permanen.
  • Keamanan: Risiko penyalahgunaan data oleh pihak tidak bertanggung jawab (phishing, doxing).
  • Karier/Masa Depan: Jejak digital sering diperiksa oleh perekrut kerja atau institusi pendidikan. 

4. Mengelola dan Melindungi Jejak Digital 

  • Berpikir sebelum mengunggah (tanya pada diri sendiri: "Apakah ini layak?").
  • Mengatur privasi akun media sosial.
  • Menghapus data/akun lama yang tidak terpakai.
  • Menggunakan kata sandi yang kuat dan tidak menyebarkan informasi pribadi (data pribadi)

Assesment:
Peserta didik diberikan beberapa pertanyaan terkait ruang publik digital, seperti menyebutkan jenis-jenis ruang publik digital, contoh platform digital dan cara mengurangi jejak digital yang aman.

Refleksi :
Peserta didik diberikan beberapa pertanyaan terkait ruang publik digital, seperti menyebutkan jenis-jenis ruang publik digital, contoh platform digital dan cara mengurangi jejak digital yang aman.

 
Jika masih ada yang belum dimengerti dari pembahasan materi diatas, siswa/i dapat menanyakan langsung kepada Guru mapel..
Trimakasih Wassalammualaikum Wr Wb.... 



 

Bahasa Lampung Kelas 8 Semester Genap "Idiom dalam Bahasa Lampung Dialek O", Senin 19 April 2026

  IDENTITAS. Nama Guru                       : Tungga Wijaya Mata pelajaran                :  Bahasa Lampung Hari, Tanggal                  ...