IDENTITAS.
Nama Guru : Tungga Wijaya
Mata pelajaran : Bahasa Lampung
Hari, Tanggal : Senin, 19 April 2026
Kelas : VIII
Materi / pembahasan : Idiom dalam Bahasa Lampung Dialek O
TUJUAN PEMBELAJARAN :
- Peserta didik mampu Menjelaskan Pengertian Idiom dan ciri-ciri Idiom dalam Bahasa Lampung Dialek O.
- Peserta didik mampu mengenal perbedaan Idiom dengan ungkapan biasaMakna lagu Cangget Agung adalah kenaikan takhta dan pernikahan seseorang harus dilakukan dengan tanggung jawab, dan untuk mengajak para pemuda Lampung melestarikan adat istiadat sebagai identitas wilayah mereka.
Sumber: https://regional.kompas.com/read/2023/09/05/223241978/6-lagu-daerah-lampung-beserta-lirik-dan-maknanya?page=all.
Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app
Model Pembeljaran :
Tatap muka
Metode Pembelajaran :
Ceramah, diskusi, tanya jawab.
IDIOM (Pertemuan 1)
Dalam pelajaran Bahasa Lampung, idiom atau ungkapan dikenal sebagai sesikun atau sekiman. Secara sederhana, idiom adalah kata-kata kiasan yang maknanya tidak bisa diartikan secara harfiah, melainkan sudah menyatu menjadi makna khusus yang digunakan untuk memperindah bahasa, menyindir, memberi nasihat, atau mengungkapkan perasaan.
Contoh-Contoh Idiom dalam Bahasa Lampung
Berikut adalah beberapa idiom Bahasa Lampung yang sering dipelajari beserta maknanya:
Idiom (Bahasa Lampung) Makna (Indonesia)
Ampang Pungu Ringan tangan (rajin, suka membantu)
Balak Hati Besar hati (bangga, merasa terhormat)
Biyak Injak / Biyak Suyut Malas bekerja / malas berusaha
Buyuk Hati Iri dengki
Cadang Hati Kecewa
Cuweh Hati Agak kecewa
Jahat Hati Jelek pemikiran (buruk hati)
Kamak Pungu Suka mencuri
Kedol Cuping Bandel (tidak mau mendengar nasihat)
Kedol Pudak Tidak punya rasa malu
Lunik Hati Kecil hati (kecewa)
Mata Bayuk Mata keranjang
Pudak Mengan Maunya makan terus (rakus)
Sakik Hati Sakit hati
Suluh Mata Suka marah, iri dengki
Utok Ukhang Sangat bodoh (otak udang)
Wewah Hati Baik hati
Wewah Pudak Peramah
1. Dari Segi Makna (Ketertebakan Makna)
Idiom: Maknanya tidak bisa ditebak secara harfiah. Jika diterjemahkan kata per kata, hasilnya kacau.
Contoh: "Buah tangan"
Harfiah: Buah yang ada di tangan.
Makna idiom: Oleh-oleh.
Tidak ada hubungan logis antara "buah" dan "oleh-oleh".
Ungkapan Biasa: Maknanya masih bisa ditebak atau dihubungkan secara logis dengan kata-kata penyusunnya.
Contoh: "Makan hati"
Harfiah: Memakan organ hati.
Makna: Menahan sakit hati atau kekecewaan.
Ada hubungan logis: Hati adalah pusat perasaan, jadi "memakan hati" berarti mengalami rasa sakit batin.
Catatan: Dalam beberapa teori, "makan hati" termasuk idiom. Tapi secara gradasi, ia lebih mudah ditebak daripada "buah tangan". Batasnya tipis.
2. Dari Segi Struktur (Bentuk)
| Jenis | Ciri | Contoh |
|---|---|---|
| Idiom | Biasanya Verba + Nomina atau Adjektiva + Nomina (sangat pendek) | Keras kepala, besar hati, ringan tangan, mata keranjang. |
| Ungkapan | Bisa berbentuk anak kalimat atau kalimat lengkap | Seperti katak di bawah tempurung, bagai air di daun talas. |
Fungsi Idiom dan peribahasa.
Dalam Bahasa Lampung memiliki beberapa fungsi penting dalam kehidupan masyarakat:
Alat pemberi nasihat – Menyampaikan pesan moral secara halus
Motivasi – Memberi semangat dalam menjalani hidup
Sindiran – Menegur tanpa menyakiti perasaan secara langsung
Sanjungan – Memuji dengan cara yang indah
Perbandingan – Menggambarkan suatu situasi dengan analogi
ASSESMENT:
Diberikan
Tugas keoada eserta didik untuk menyiiapkan satu Lagu Daerah Lampung
dari materi diatas tersebut kemudian dibawakan didepan kelas..
REFLEKSI :
- Kesimpulan jalannya kegiatan pembelajaran hari ini yaitu peserta didik sudah bisa menyebutkan minimal 3 contoh lagu pop daerah lampung yang mereka ketahui, menyanyikan liriknya dengan benar dan mengetahui makna dari lagu tersebut dengan baik.
Jika masih ada yang belum dimengerti dari pembahasan materi diatas, siswa/i dapat menanyakan langsung kepada Guru mapel..
Trimakasih Wassalammualaikum Wr Wb....

