IDENTITAS :
Nama Guru :Tungga Wijaya
Mata pelajaran : Bahasa Lampung
Hari, Tanggal : Kamis 7 Mei 2026
Kelas : VII
Materi Pembahasan : Kalimat Aktif dan Pasif
TUJUAN PEMBELAJARAN :
- Peserta didik mampu mengidentifikasi perbedaan kalimat aktif dan kalimat pasif dalam Bahasa Lampung dengan tepat.
- Peserta didik mampu mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif (dan sebaliknya) serta menyusun kalimat dengan benar.Makna lagu Cangget Agung adalah kenaikan takhta dan pernikahan seseorang harus dilakukan dengan tanggung jawab, dan untuk mengajak para pemuda Lampung melestarikan adat istiadat sebagai identitas wilayah mereka.
Sumber: https://regional.kompas.com/read/2023/09/05/223241978/6-lagu-daerah-lampung-beserta-lirik-dan-maknanya?page=all.
Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app
Model Pembelajaran :
Dalam Jaringan
Metode Pembelajaran :
Penugasan / latihan
Materi Bahasa
Lampung kelas 7 mempelajari kalimat Tunggal, Aktif (subjek melakukan aksi, awalan N-)
dan kalimat pasif (subjek menerima aksi, awalan di- atau ter-).
Contoh aktif: Ina ngabatok kanika (Ibu memotong makanan).
Contoh pasif: Kanika
dibatok Ina (Makanan dipotong Ibu).
Ciri utama: aktif menggunakan afiks nga-,
pasif menggunakan di- atau ter-.
1. Kalimat Tunggal (Kalimat Sederhana)
Kalimat tunggal dalam bahasa Lampung adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu subjek dan satu predikat.
- Struktur: S + P (atau S+P+O)
- Contoh:
- Adik mengan. (Adik makan) - S+P
- Sapa ngebaca buku? (Siapa membaca buku?) - S+P+O
- Mamak ngupi. (Ayah minum kopi) - S+P+O
2. Kalimat
Aktif (Kalimat Aktip)
Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya (S) melakukan tindakan/aktivitas
yang dijelaskan dalam predikat (P). Dalam bahasa Lampung, kata kerja aktif
sering ditandai dengan awalan (prefiks) N- (ng-, m-, ny-, n-).
- Contoh:
- Rani nganjak gulai. (Rani memasak sayur).
- Hana maca buku. (Hana membaca buku).
3. Kalimat
Pasif (Kalimat Pasip)
Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya (S) menjadi sasaran tindakan atau
menerima perbuatan dari objek. Kalimat pasif dalam bahasa Lampung sering
ditandai dengan penggunaan awalan di- atau ter-.
- Contoh:
- Gulai dianjak Rani. (Sayur dimasak Rani).
- Buku dibaca Hana. (Buku dibaca Hana).
Perbedaan Utama:
- Aktif: Pelaku (S) berada di depan. Contoh: Tiyan mupok api (Mereka memadamkan api).
- Pasif: Sasaran/Objek berada di depan (menjadi subjek). Contoh: Api dipupok tiyan (Api dipadamkan mereka).
Latihan Pengubahan (Aktif ke Pasif):
- Aktif: Adik nyapu laman. (Adik menyapu halaman).
- Pasif: Laman disapu adik. (Halaman disapu adik).
ASSESMENT:
Rangkumlah materi pelajaran diatas dan kalian buat contoh kalimat aktif dan pasif dalam bahasa lampung sebanyak :
- 3 kalimat Aktif dan
- 3 kalimat pasif
selain dari contoh kalimat pada materi diatas..
REFLEKSI :
- Materi pelajaran
Jika masih ada yang belum dimengerti dari pembahasan materi diatas, siswa/i dapat menanyakan langsung kepada Guru mapel..
Trimakasih Wassalammualaikum Wr Wb....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar