Assalammualaikum Wr. Wb..
Saatnya kita masuki pembelajaran Bahasa Lampung Kelas 9 hari ini Kamis 26 Februari 2026, Pada Pelajaran hari ini kita akan membahas tentang "Kata Majemuk dan Kata Ulang". Silahkan dibaca dan dipahami materinya serta ikuti instruksi diakhir materi pembahasan.
BAB 8
CP : Peserta didik mampu menganalisis, memahami, dan menggunakan struktur kebahasaan Lampung, termasuk kata majemuk dan kata ulang, dalam teks deskriptif, naratif, maupun percakapan sehari-hari untuk berkomunikasi secara efektif.
TP : Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bentuk kata majemuk (kata majemuk/kemajemukan) dan kata ulang (kata rangkap) dalam teks Lampung.
Alur Tujuan Pembelajaran :
- Peserta didik mampu Menganalisis kata majemuk (kata majemuk) serta menguji keeretan hubungan antar katanya (tidak bisa disisipi bentuk lain).
- Peserta didik mampu Mengenali dan mengklasifikasikan kata ulang (kata ulang utuh, sebagian, berimbuhan) dalam teks wacana Lampung.
Materi Pelajaran : Kata Majemuk dan ulang
Model Pembelajran : Pembelajaran mendalam- Presentasi
- Penugasan
Kata Majemuk dan Kata ulang
1. Kata Majemuk (Kata Gabung / Kata Majemuk)
Kata majemuk adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan makna baru. Dalam bahasa Lampung, komponennya tidak dapat disisipi kata lain.
Contoh:
Mata-haro = Matahari.
Sakai-sambayan = Gotong royong.
Bapak-tuha = Orang tua/Ayah.
Pecah belah = Pecah belah.
2. Kata Ulang (Kata Ulah / Kata Rangkep)
Kata ulang adalah pengulangan morfem dasar, baik seluruhnya, sebagian, atau dengan perubahan bunyi, yang menandakan jamak, intensitas, atau keserupaan.
Kata Ulang Utuh (Dwilingga):
Gham-gham (Semua/Kalian semua).
Kikiah (Tertawa-tawa/terbahak-bahak).
Mekh-mekh (Malam-malam).
Bukeu-bukeu (Buku-buku)
nuwo-nuwo (Rumah-rumah)
Sumang-sumang (Berbeda-beda)
lapah-lapah (jalan-jalan)
Kata Ulang Berimbuhan (Dwilingga Salin Swara/Berimbuhan):
Mubil-mubilan (mubil) = (Mobil-mobilan/mainan)
seghaccak-ghaccakno (ghaccak) = (Setinggi-tingginya)
Kekalap-kalapan (Kalap) = Tergopoh-gopoh / terburu-buru
Bebulan-bulan (bulan) = Berbulan-bulan
Panas-panasan (Panas) = Berpanas-panasan
Pikak-pikakan (Tertawa-tawa)
Ngeliyak-liyak (liyak) = melihat-lihat
Kata Ulang Sebagian (Dwipurwa):
Leluhur (luhur = Nenek moyang)
Tetangga (tangga), = tetangga
Jejama (jama) = bersama-sama
Gegulai (gulai) = Sayur-sayuran
Kata Ulang Berubah Bunyi (Dwilingga Salin Suara): Mengulang dengan perubahan fonem (vokal/konsonan).
- Kacau-balau
- Ghamah-tamah
- Bolak-hengkop
- Geghak-gerik
- Ketar-ketir
- Gotong-khoyong.
- Waghna-warni.
Kata ulang semu dalam bahasa Lampung adalah
kata dasar yang bentuknya sudah diulang sejak awal dan tidak dapat dipisahkan menjadi kata tunggal, atau tidak memiliki arti jika salah satu katanya dihilangkan.
Contoh utamanya meliputi
kupu-kupu (kupu-kupu),
umang-umang (kupu-kupu/umang-umang),
laba-laba (laba-laba).
kunang-kunang
pura-pura
kura-kura
TUGAS..
buatlah masing-masing 2 kalimat dengan menggunakan contoh kata ulang Semu, Utuh, Berimbuhan, berubah bunyi pada materi diatas tersebut..
Jika masih ada yang belum dimengerti dari pembahasan materi diatas, siswa/i dapat menanyakan langsung kepada Guru mapel..
Trimakasih Wassalammualaikum Wr Wb....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar