Total Tayangan Halaman

Senin, 14 September 2026

Bahasa Lampung Kelas 9 Semester Ganjil "Lambang Daerah Lampung", Senin 14 September 2026



Idendtitas

Nama Guru       : Tungga Wijaya, S.Kom

Mata Pelajaran  : Bahasa Lampung

Hari/Tanggal      : Senin 14 September 2026 

Fase/Kelas        : D / 9

Judul Materi       : Lambang Daerah Lampung"

Pertemuan ke    : 8 

 

BAB 4

CP:
Pada akhir Fase D, Siswa mampu membaca, memahami, dan menganalisis wacana informasi kebudayaan daerah Lampung, serta menyajikan gagasan mengenai makna, struktur, dan unsur lambang daerah Lampung secara tertulis dalam bentuk teks eksposisi menggunakan kalimat bahasa Lampung yang efektif, runtut, dan sesuai kaidah kebahasaan.

TP : Siswa mampu mengungkapkan makna lambang daerah Lampung dengan bentuk karangan eksposisi dengan menggunakan kalimat bahasa Lampung yang efektif

Model Pembelajaran   : Dalam Jaringan
Metode Pembelajaran : penugasan / Studi kasus,

  • Meaningful (Bermakna): Siswa memahami bahwa setiap ornamen dalam Lambang Daerah Provinsi Lampung (seperti Gong, Siger, Payung Agung, Laduk, Aksara Lampung, serta Komoditas Bumi) bukan sekadar gambar dekoratif, melainkan simbol filosofis yang memuat cita-cita, identitas, keagungan kearifan lokal, dan semangat persatuan masyarakat Lampung.
  • Mindful (Berkesadaran): Siswa mengamati setiap bagian detail visual lambang provinsi secara cermat dan mendalam, lalu merenungkan makna tersembunyi di balik warna, jumlah lekuk Siger, serta motto "Sang Bumi Ruwa Jurai" untuk menemukan nilai-nilai kebajikan dan jati diri sebagai generasi penerus Lampung.
  • Joyful (Menyenangkan - Pembelajaran Daring): Kuis visual interaktif "Tebak Makna Ornamen Lambang Lampung" via Quizizz/Kahoot, atau permainan tebak gambar cepat (Flashcard Digital) di grup WhatsApp/Google Meet. Siswa berlomba menerka arti simbol (misal: "Mengapa Payung Agung berwarna putih?") secara santai, seru, dan interaktif dari rumah masing-masing.

Alur Tujuan Pembelajaran : 

  • Siswa mampu Membaca wacana lambang daerah Lampung
  • Siswa mampu Menjelaskan makna daerah Lampung
  • Siswa mampu Menuliskan bagian-bagian warna lambang daerah Lampung  
  • Siswa mampu Menyimpulkan isi wacana lambang daerah Lampung

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin, wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Anak-anakku, sebelum kita menyelami materi Makna dan Filosofi Lambang Daerah Provinsi Lampung, mari kita renungi:

  1. Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT menciptakan bumi Lampung dengan kekayaan alam yang melimpah serta keanekaragaman budaya yang elok. Dari keagungan ciptaan-Nya, para pendiri daerah terinspirasi untuk merancang simbol-simbol visual seperti Siger, Gong, Payung Agung, hingga komoditas bumi sebagai wujud rasa syukur atas mahakarya Pencipta yang memancarkan identitas dan keindahan.

  2. Al-Malik (Maha Memelihara/Penguasa): Allah SWT menguasai dan menyatukan seluruh alam raya dalam satu tatanan yang harmonis. Hal ini mengajarkan kita pentingnya makna motto "Sang Bumi Ruwa Jurai" pada lambang daerah, yang mengamanatkan kita untuk memelihara kerukunan, menjaga kedaulatan, serta menyatukan dua pilar masyarakat adat (Pepadun dan Saibatin) dalam naungan hukum dan nilai keadilan.

  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT melimpahkan rezeki berupa kesuburan tanah, hasil bumi (lada dan cengkeh), serta nilai-nilai adiluhung kearifan lokal. Kemampuan memahami filosofi lambang daerah hadir sebagai rezeki berpikir agar kita menghargai warisan kekayaan daerah, melestarikan kehormatan identitas Lampung, serta mengelola potensi daerah demi kesejahteraan bersama.

 Lambang Daerah Provinsi Lampung

Makna lambang daerah Lampung dapat diungkapkan melalui tesis, argumentasi, dan penegasan ulang. Lambang ini merepresentasikan kekayaan alam, keberagaman adat, dan semangat perjuangan masyarakat Lampung. 

Tesis: Lambang Daerah Lampung sebagai Cerminan Identitas dan Nilai Lokal
Lambang Provinsi Lampung merupakan representasi visual yang sarat makna, mencerminkan :

1.      identitas,

2.      kekayaan alam,

3.      serta nilai-nilai luhur masyarakatnya.

Setiap elemen dalam lambang ini tidak sekadar hiasan, tetapi memiliki filosofi mendalam yang terkait erat dengan sejarah dan budaya Lampung. Lambang ini berfungsi sebagai pengingat akan jati diri dan pedoman bagi masyarakatnya untuk terus melestarikan warisan leluhur.

Argumentasi: Penjelasan Makna Setiap Elemen
Lambang daerah Lampung dapat dijabarkan sebagai berikut : 

  1. Perisai sebagai Perlindungan dan Ketahanan
    Lambang daerah Lampung berbentuk perisai segi lima. Bentuk perisai ini melambangkan perlindungan dan ketahanan, yang mencerminkan kesiapan masyarakat Lampung dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Selain itu, perisai segi lima juga menggambarkan kesetiaan terhadap Pancasila sebagai dasar negara.
  2. Siger, Mahkota Kebudayaan Lampung
    Di bagian atas perisai, terdapat mahkota tradisional khas Lampung yang disebut Siger. Siger adalah simbol keagungan dan kehormatan budaya Lampung, serta melambangkan keindahan dan keberanian perempuan Lampung. Siger juga mewakili dua jurai adat utama di Lampung, yaitu Pepadun dan Saibatin.
  3. Padi dan Lada: Simbol Kekayaan Alam
    Lambang ini diapit oleh dua tangkai, yaitu padi dan lada. Padi melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran, sebagai kebutuhan pangan dasar masyarakat Indonesia. Sementara itu, lada melambangkan salah satu hasil bumi utama yang telah menjadi komoditas andalan Lampung sejak lama. Kedua elemen ini menggambarkan kesuburan tanah Lampung serta harapan akan kemakmuran yang terus berlanjut.
  4. Payung dan Senjata Tradisional: Simbol Kepemimpinan dan Keberanian
    Di tengah lambang, terdapat payung berwarna kuning dan dua senjata tradisional, yaitu payan (tombak) dan laduk (golok). Payung berwarna kuning melambangkan keagungan dan perlindungan adat yang menaungi seluruh masyarakat Lampung. Sementara itu, payan dan laduk melambangkan keberanian dan alat pertahanan diri masyarakat Lampung dalam menghadapi berbagai ancaman.
  5. Aksara Lampung dan Gong: Jati Diri Budaya
    Di bawah siger, terdapat tulisan aksara Lampung. Aksara ini menunjukkan jati diri dan kekayaan budaya lokal yang harus terus dilestarikan. Di bawahnya, terdapat gong yang melambangkan keagungan seni dan budaya asli masyarakat Lampung yang terus dijaga.
  6. Pita dan Semboyan "Sai Bumi Ruwa Jurai"
    Pita berwarna putih yang berada di bagian bawah lambang bertuliskan semboyan “Sai Bumi Ruwa Jurai”, yang berarti "Satu Bumi Dua Jurai". Semboyan ini melambangkan rumah tangga agung yang didiami oleh dua golongan masyarakat adat besar di Lampung, yaitu Pepadun dan Saibatin. Semboyan ini mencerminkan persatuan dan kesatuan masyarakat Lampung dalam keberagaman.
  7. Payung Kuning. Payung berwarna kuning pada lambang merupakan simbol keagungan dalam upacara adat. Jumlah rumbai dan ruas pada payung memiliki makna yang berkaitan dengan tanggal kemerdekaan Indonesia.
  8. Warna. Penggunaan warna kuning (kuning kunyit) pada dasar lambang melambangkan keagungan, kemakmuran, dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Latihan..!
Sebutkan dan Jelaskan 3 gambar lambang daerah Lampung yang paling utama diantara lambang-lambang yang lain..!

Asesment..
Coba Kamu jelaskan fungsi perisai dan senjata pada gambar lambang daerah provinsi lampung diatas..

Kesimpulan

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahasa Lampung Kelas 7 Semester Ganjil "Asesmen Formatif 1 / Quiz 1", Senin 14 September 2026

Idendtitas Nama Guru       : Tungga Wijaya, S.Kom Mata Pelajaran  : Bahasa Lampung Hari/Tanggal      : Senin 14 September 2026  Fase/Kelas  ...