Total Tayangan Halaman

Senin, 07 September 2026

Bahasa Lampung Kelas 7 Semester Ganjil "Kitab Kuntara Raja Niti", Kamis 7 September 2026

Idendtitas

Nama Guru       : Tungga Wijaya, S.Kom

Mata Pelajaran  : Bahasa Lampung

Hari/Tanggal      : Senin 7 September 2026 

Fase/Kelas        : D / 8

Judul Materi       : Asal Usul Masyarakat Lampung Dalam kitab Kuntara Raja Niti

Pertemuan ke    : 7 

 

BAB 3

CP: Siswa mampu memahami dan mengungkapkan isi wacana lisan baik sastra maupun non sastra

Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu Menyalin bagian tertentu dari kitab Kuntara Raja Niti dengan aksara Lampung secara tepat.

Model Pembelajaran   : Dalam Jaringan
Metode Pembelajaran : penugasan / Studi kasus,

  • Meaningful (Bermakna): Siswa memahami bahwa naskah antik Kuntara Raja Niti bukan sekadar teks sejarah kuno, melainkan undang-undang adat warisan leluhur yang memuat pedoman tata krama, silsilah asal-usul, dan norma moral untuk menjaga ketertiban serta kehormatan hidup bermasyarakat hingga masa kini.
  • Mindful (Berkesadaran): Siswa mengamati dan menganalisis pasal-pasal adat, silsilah keturunan, serta istilah-istilah bahasa Lampung klasik (hadat) dalam Kitab Kuntara Raja Niti secara cermat dan teliti untuk menemukan nilai-nilai kebajikan (Piil Pesenggiri) secara berkesadaran.
  • Joyful (Menyenangkan - Pembelajaran Daring): Kuis interaktif "Tebak Pasal Kuntara Raja Niti" menggunakan media digital sederhana seperti Quizizz/Kahoot, atau permainan tebak pesan moral singkat via grup WhatsApp/Google Meet. Siswa saling melengkapi kata atau menerka aturan adat berdasarkan skenario kehidupan sehari-hari secara seru dan santai dari rumah masing-masing.

Alur Tujuan Pembelajaran : 

  1. Menjelaskan tentang wacana kitab Kuntara Raja Niti
  2. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan kitab Kuntara Raja Niti
  3. Menuliskan wacana tentang kitab Kuntara Raja Niti dengan aksara Lampung

Materi Pelajaran :  Wacana ”Kitab Kuntara Raja Niti"

Metode Pembelajaran :
  1. Ceramah, 
  2. Penugasan                                            

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin, wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Anak-anakku, sebelum kita menyelami materi Asal-usul Masyarakat Lampung dalam Kitab Kuntara Raja Niti, mari kita renungi:

  1. Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT menciptakan manusia berbangsa-bangsa, bersuku-suku, dan beraneka ragam kebudayaan. Keteraturan ciptaan-Nya menginspirasi para leluhur masyarakat Lampung untuk mendokumentasikan tata nilai, silsilah asal-usul, dan aturan kehidupan sosial ke dalam naskah bersejarah seperti Kitab Kuntara Raja Niti sebagai warisan berharga yang beradab.

  2. Al-Malik (Maha Memelihara/Penguasa): Allah SWT menguasai dan mengatur seluruh alam raya melalui aturan hukum yang adil dan konsisten. Hal ini mengajarkan kita pentingnya memahami hukum adat dan norma kemasyarakatan dalam Kitab Kuntara Raja Niti, yang dirancang untuk memelihara ketertiban, menjaga kehormatan diri (Piil Pesenggiri), serta memastikan hubungan antarwarga adat berjalan selaras, adil, dan harmonis.

  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT melimpahkan rezeki tidak hanya berupa materi, tetapi juga sejarah luhur, kearifan lokal, dan nilai-nilai kebudayaan yang adiluhung. Kemampuan memahami asal-usul dan aturan adat dalam Kitab Kuntara Raja Niti hadir sebagai rezeki berpikir agar kita dapat menjaga marwah, melestarikan jati diri masyarakat Lampung, serta menebarkan kebaikan dan kedamaian di tengah kehidupan sosial.

Asal-usul Masyarakat Lampung dalam Kitab Kuntara Raja Niti

Menurut cerita rakyat, masyarakat Lampung berasal dari daerah Skala Berak, pemukiman pertama Lampung. Reputasi tangga nada Berak dapat ditelusuri melalui tradisi lisan yang diturunkan dari generasi ke generasi di Wewarah/Wawarahan, Tambo dan Dalung. William Marsden mengungkapkan dalam History of Sumatra bahwa “ketika kami bertanya kepada orang Lampung dari mana mereka berasal, mereka menjawab dari sebuah bukit dan menunjuk ke suatu tempat di dekat sebuah danau besar.”

embilan keturunan penting (suku) muncul dari skala Berak itu, dari mana puluhan keluarga terbentuk. Penduduknya disebut orang Tumi (Buay Tumi), dipimpin oleh seorang wanita bernama Ratu Sekarnong. Keyakinan yang dianut merupakan dinamika yang juga dipengaruhi oleh ajaran Hindu Bairawa, yaitu pemujaan terhadap pohon keramat (Irham, 2013). 

Terkait dengan Pagaruyung. Dalam sejarah saja, sering dilupakan bahwa masyarakat Lampung juga memiliki nenek moyang Pagarruyung. Sejak kedatangan keempat Ummu di Skala Berak, telah terjadi dua rekonstruksi nenek moyang orang Lampung. Pertama, umpu-umpu itu mengalahkan orang Tumi yang tinggal di lumbung Berak. Jika tesis ini benar, maka umpu yang memerintah daerah itu mewarisi rakyat Lampung datang dan dua master yang paling penting berhenti begitu saja dan membawa pengaruh Pagarruyung bersama mereka. Berasal dari Tambo, alasan lain yang memperkuat kemungkinan alasan kedua ini adalah ketika Pagarruyung masuk Islam. Buay Tumi kemudian dipengaruhi oleh empat pembawa ajaran Islam dari Pagarruyung (Sadad, 2023).  

Dijelaskan pula bahwa umpu-umpu ini hanya sebagian yang berasal dari Pagarruyung, sebagian lagi dari Darmasraya. Sebelum datang ke Lampung, mereka menetap di Rejang (Bengkulu). Beberapa ahli menyatakan bahwa keempat umpu tersebut adalah putra raja Sriwijaya yang berhasil menyelamatkan diri saat Sriwijaya diserang musuh dari luar. Sebuah penelitian di Padang Panjang pada tahun 1938 menyatakan bahwa ada hubungan antara asal-usul orang Lampung dan Pagarruyung.

Cerita rakyat Cindur Mato menceritakan bahwa penduduk setempat mengalami kekalahan ketika Pagarruyung diserang oleh musuh India. Kemudian mereka melarikan diri, ada yang lewat sungai Rokan, ada yang lewat laut, dan menetap di hulu sungai Ketaun di Bengkulu dan menjauh dari suku Rejang. yang lari ke utara mengalahkan suku Batak, yang tetap di Gowa menggulingkan suku Bugis. Pada saat yang sama, mereka yang terperangkap di Krui mencapai dataran tinggi Skala Berak dan menghancurkan suku Lampung (Firdaus, 2023).

Jadi pada dasarnya masyarakat Lampung berasal dari skala scaffolding dan kemudian dalam perkembangan umum masyarakat Lampung terbagi menjadi dua bagian yaitu penduduk asli Lampung Saibatin dan penduduk asli Lampung Pepadun. Dengan demikian, diperkirakan nenek moyang orang Lampung tinggal di Bukit Barisan pada abad ke-13, atau paling tidak pada masa kerajaan Pagarruyung Minangkabau pada abad ke-14 Masehi. Dalam kitab Kuntara Raja Niti, sebuah kitab tentang adat istiadat masyarakat Lampung masih dapat ditemukan dan dibaca baik dalam aksara asli maupun latin, meskipun isinya sangat dipengaruhi oleh agama Islam. yang berasal dari Banten.

Tugas..

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Cepalo Cawa dalam Kitab Kuntara Raja Niti serta sebutkan alasan utama mengapa lisan atau tutur kata sangat diatur dalam hukum adat masyarakat Lampung! (Kerjakan dibuku catatan / latihan)

Asesment

Dalam aturan Cepalo Cawa, terdapat beberapa jenis kesalahan lisan yang dilarang. Tuliskan 3 bentuk ucapan yang tergolong dalam pelanggaran Cepalo Cawa beserta penjelasan singkatnya!
(Tuliskan jawabanmu dikolom komentar dan sertakan nama)

KESIMPULAN / REFLEKSI..


Kamis, 03 September 2026

INFORMATIKA Kelas 9 Semester Ganjil "Literasi Digital - Aplikasi Perkantoran Presentasi", Kamis 3 September 2026

Idendtitas
Nama Guru       : Tungga Wijaya, S.Kom
Mata Pelajaran  : Informatika
Hari/Tanggal      : Kamis 3 September 2026
Fase/Kelas        : D / 9
Judul Materi       : Aplikasi Multimedia Presentasi
Pertemuan ke    : 6

Capaian Pembelajaran :
Pada akhir Fase D, Siswa mampu 

Tujuan Pembelajaran :
Siswa mampu memahami pemanfaatan perkakas teknologi digital untuk membuat laporan, presentasi
  • Mindful (Berkesadaran): Siswa mengamati dan menyadari susunan hierarki alur presentasi (storyboard), kerapian tata letak (layout), kontras warna, serta memilih perpaduan elemen visual (teks, gambar, grafik, suara) secara cermat dan proporsional agar pesan yang ingin disampaikan tidak membingungkan audiens.

  • Meaningful (Bermakna): Siswa merancang presentasi multimedia interaktif untuk memaparkan solusi atas isu nyata di sekitar mereka (seperti kampanye lingkungan sekolah, promosi kearifan lokal, atau proyek komputasi). Siswa memahami bahwa aplikasi presentasi adalah media komunikasi digital yang ampuh untuk menyampaikan gagasan secara persuasif dan terstruktur.

  • Joyful (Menyenangkan): Tantangan "Pitching Kilat 3 Menit", di mana siswa berlomba menyajikan karya presentasi multimedia yang telah mereka buat secara kreatif—dilengkapi animasi, grafik, dan efek suara—lalu menerima umpan balik serta apresiasi secara interaktif dari rekan sekelas melalui sistem voting digital.


Alur Tujuan Pembelajaran : 
Eksplorasi dan Identifikasi : Siswa mampu memanfaatkan teknologi digital untuk membuat konten berupa teks, gambar, grafik, suara
 
Materi:
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Anak-anakku, sebelum kita menyelami materi Literasi Digital tentang Aplikasi Presentasi, mari kita renungi:

  1. Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT menciptakan alam semesta dengan keindahan visual, harmoni, dan struktur yang amat memukau. Keteraturan ciptaan-Nya menginspirasi manusia untuk menuangkan ide dan pesan ke dalam karya presentasi digital yang estetik dan terstruktur melalui perpaduan teks, gambar, grafik, serta suara secara harmonis.

  2. Al-Malik (Maha Memelihara/Penguasa): Allah SWT menguasai dan mengatur alam semesta dengan tatanan hukum yang tertib dan konsisten. Hal ini mengajarkan kita pentingnya menjaga kedisiplinan dan kerapian alur (storyboard) dalam presentasi, di mana setiap transisi, tata letak (layout), dan elemen visual diatur secara bijak agar pesan komunikasi dapat tersampaikan dengan tertib, jelas, dan adil bagi pendengar (audiens).

  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT memberikan rezeki berupa gagasan, keahlian, dan pemikiran yang bermanfaat. Kemampuan memanfaatkan teknologi digital untuk membuat konten multimedia hadir sebagai sarana rezeki berpikir agar kita dapat membagikan ilmu, menyebarkan kebaikan, serta menyampaikan gagasan secara persuasif dan berdampak luas bagi sesama.  

Aplikasi Perkantoran
  • Aplikasi Perkantoran: Perangkat lunak seperti pengolah kata (Word), pengolah angka (Excel), dan pembuat presentasi (PowerPoint).
  • Integrasi Konten: Menyatukan elemen atau isi dari aplikasi berbeda agar saling terhubung dan melengkapi.
  • Tujuan: Membuat laporan atau dokumen yang lebih komprehensif, profesional, dan efisien tanpa harus membuat ulang data dari awal.
Jenis Konten yang Diintegrasikan
  • Teks: Paragraf, narasi, atau penjelasan dari pengolah kata.
  • Angka dan Tabel: Data numerik dari lembar kerja.
  • Grafik/Chart: Visualisasi data agar mudah dibaca.
  • Gambar/Media: Ilustrasi atau foto pendukung dokumen.
Teknik Integrasi Data
  • Cut/Copy dan Paste: Menyalin data biasa dari satu aplikasi (misal Excel) lalu menempelkannya ke aplikasi lain (misal Word).
  • Paste Special (Link Data): Menyambungkan data agar jika data sumber di Excel berubah, data di Word ikut memperbarui diri secara otomatis.
  • Embedding (Object Linking and Embedding - OLE): Menyisipkan objek utuh yang bisa diedit langsung melalui aplikasi pembuat asalnya di dalam dokumen tujuan.
 
 
Mengapa OLE penting..? 
 
Aplikasi Perkantoran Presentasi
Aplikasi presentasi adalah perangkat lunak yang dipakai untuk menampilkan gagasan atau data melalui slide digital. Program ini membantu menyajikan informasi agar lebih menarik dan mudah dipahami oleh audiens.
Contoh Aplikasi Presentasi
  • Microsoft PowerPoint: Perangkat lunak paling populer di sistem Windows.
  • Google Slides: Layanan berbasis web untuk membuat presentasi bersama secara online.
  • Canva: Platform desain grafis yang menyediakan banyak templat presentasi siap pakai.
  • Prezi: Aplikasi presentasi dengan gaya transisi sinematik dan dinamis.
Fitur Utama dan Integrasi
  • Slide & Layout: Mengatur tata letak teks, gambar, dan video di setiap halaman.
  • Transisi & Animasi: Memberikan efek gerak saat berpindah slide atau memunculkan objek.
  • Integrasi Konten: Memasukkan tabel atau grafik dari aplikasi pengolah angka (spreadsheet) ke dalam slide presentasi.

Tugas : 

coba kamu praktikan Integrasi pada salah satu Aplikasi presentasi yaitu Canva/PPT di komputermu dalam membuat slide presentasi dengan mengikuti arahan / petunjuk dari guru pembimbing mata pelajaran.
kemudian hasil akhir ditampilkan dalam bentuk file dan di kirimkan pada guru mata pelajaran yang informatika .

Refleksi / Kesimpulan:

Dilihat dari sisi pengalaman belajar, Siswa dapat memahami cara menyajikan data numerik dan grafik dari aplikasi lain kedalam slide digital agar informasi yang rumit menjadi lebih menarik, visual, dan mudah dipahami oleh audiens.
kemudian siswa dapat menerapkan teknik integrasi konten secara langsung (seperti menyisipkan tabel/grafik dan mengatur transisi/animasi) sehingga slide presentasi tampil lebih interaktif dan profesional. Dalam tindak lanjutnya, File hasil praktik ini kedepannya siap dikumpulkan kepada guru mata pelajaran sebagai bukti ketuntasan tugas integrasi aplikasi perkantoran.

 

Bahasa Lampung Kelas 8 Semester Ganjil "Remedial Penilaian Harian 1", Selasa 22 September 2026

Idendtitas Nama Guru       : Tungga Wijaya, S.Kom Mata Pelajaran  : Bahasa Lampung Hari/Tanggal      : Selasa 22 September 2026  Fase/Kelas ...