Total Tayangan Halaman

Senin, 31 Agustus 2026

Bahasa Lampung Kelas 9 Semester Ganjil "Bejuluk Beadek/Beadok", Senin 31Agustus 2026

IDENTITAS :
Nama Guru                   : Tungga Wijaya, S.Kom
Mata pelajaran              : Bahasa Lampung
Hari, Tanggal                : Senin 31Agustus 2026
Kelas                            : IX
Materi Pembahasan     
Bejuluk Beadek/Beadok”
Pertemuan                    

TP : Peserta didik mampu Memahami Adat Masyarakat Lampung tentang “Bejuluk Beadek/Beadok”

Alur Tujuan Pembelajaran : 

  • Peserta didik mampu Memahami dan Menafsirkan wacana Adat Masyarakat Lampung tentang “Bejuluk Beadek atau Gelar /Julukan pada seseorang
Metode Pembelajaran :
  1. Base Learning
  2. Penugasan / Game

  • Meaningful: Memahami bahwa tata kelola gelar adat (Bejuluk untuk masa muda dan Beadek/Beadok setelah menikah) merupakan bentuk amanah, penghormatan martabat, serta penerapan prinsip Piil Pesenggiri yang menuntut tanggung jawab moral dalam menjaga tata krama dan nama baik di masyarakat Lampung.

  • Mindful: Mengamati dan menganalisis secara cermat ketepatan penggunaan ragam bahasa (Keagungan/Pebasahan), aturan pemberian gelar berdasarkan hierarki/garis keturunan adat, serta perbedaan dialek (A dan O) dalam struktur kalimat Bahasa Lampung saat menyebutkan gelar Bejuluk Beadek.

  • Joyful: Tantangan "Simulasi Pepadun & Pangeran", di mana siswa secara berkelompok berperan dalam simulasi prosesi adat Ngebhak/Pemberian Gelar, merancang silsilah keluarga interaktif, serta melakukan tebak gelar berdasarkan gelar adat yang paling pas dan ekspresif.


 
Materi:
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
 

Anak-anakku, sebelum kita menyelami materi kebudayaan dan falsafah Bahasa Lampung "Bejuluk, Beadek/Beadok", mari kita renungi:

  1. Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku dengan kemuliaan tatanan adat. Dari petunjuk-Nya, masyarakat adat Lampung terilhami menciptakan tradisi pemberian gelar adat (Bejuluk untuk yang masa muda/belum menikah dan Beadek/Beadok setelah menikah) sebagai bentuk penghormatan serta penanda identitas diri yang beradab.

  2. Al-Malik (Maha Memelihara/Penguasa): Allah SWT adalah Penguasa mutlak yang memerintahkan manusia untuk menjaga kehormatan, amanah, dan ketertiban tata kehidupan. Hal ini mengajarkan kita bahwa penyematan gelar Bejuluk Beadek bukanlah untuk kesombongan, melainkan amanah untuk memelihara Piil Pesenggiri—menjaga nama baik, berakhlak terpuji, serta bertindak bijaksana sebagai pemimpin dan penyeimbang di tengah masyarakat.

  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT melimpahkan rezeki berupa kearifan lokal, kehormatan martabat, dan warisan budaya yang adiluhung. Memahami nilai Bejuluk Beadek hadir sebagai rezeki berpikir agar generasi muda Lampung tumbuh menjadi pribadi yang berjiwa besar, bertanggung jawab, saling menghormati, serta menyebarkan kebaikan sesuai dengan tingginya marwah gelar yang disandangnya.

 Bejuluk Beadok/Adek (A/O) Gelar Adat

 

Dalam masyarakat adat Lampung, 
Julukan atau gelar disebut Adok dan merupakan identitas yang diwariskan secara turun-temurun atau dianugerahkan berdasarkan struktur adat. 
Contoh gelar yang umum adalah :

  1. Suttan, 
  2. Pengiran, 
  3. Dalom, 
  4. Batin, 
  5. Radin, 
  6. Minak, dan 
  7. Kimas, 
yang mencerminkan hierarki dan status sosial dalam masyarakat adat. 

Pengertian (Adok / Adek (A/O) artinya Gelar Adat 

  • Adok: adalah gelar atau panggilan yang menunjukkan kedudukan atau jenjang dalam adat masyarakat Lampung, bersifat turun-temurun atau dianugerahkan karena memenuhi tata aturan adat.
  • Adok berfungsi sebagai identitas sosial dan merupakan nilai falsafah hidup yang mendarah daging bagi masyarakat adat Lampung.
  • Penetapan Adok biasanya dilakukan dalam upacara adat dan mengikuti hierarki yang sudah ditetapkan.

Jenis-jenis Gelar Adat

Berikut adalah beberapa contoh gelar yang umum dijumpai dalam masyarakat adat Lampung: 

  • Suttan     : Gelar yang sering diasosiasikan dengan kepemimpinan atau bangsawan.
  • Pengiran : Gelar bangsawan lainnya dalam struktur adat.
  • Dalom     : Gelar yang diberikan kepada keturunan atau kerabat raja atau batin.
  • Batin       : Gelar penting yang sering dikaitkan dengan pemimpin spiritual atau adat.
  • Radin     : Gelar yang diwariskan turun-temurun, terkait dengan status bangsawan atau keturunan raja.
  • Minak     : Gelar yang juga menunjukkan status sosial dan sering ditemukan dalam tatanan adat.
  • Kimas      : Gelar lain dalam masyarakat adat yang menunjukkan tingkatan sosial tertentu.

Pentingnya Adok 

  • Adok adalah identitas utama yang melekat pada pribadi seseorang dan harus dijaga serta dihormati.
  • Seseorang yang memiliki gelar adat diharapkan memiliki kepribadian dan perilaku sesuai dengan gelar yang disandangnya, sesuai dengan prinsip "Bejuluk Beadok" (memiliki julukan dan bergelar).

Latihan/Tugas..!
Ayo coba kamu susun kata berikut dalam aplikasi web berikut terkait
 nama-nama gelar yang umum dijumpai dalam masyarakat adat Lampung..!

 

Refleksi/Kesimpulan..

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahasa Lampung Kelas 8 Semester Ganjil "Wacana Legenda Narasi (Legenda)", Selasa 1 September 2026

    IDENTITAS :   Nama Guru                        : Tungga Wijaya, S.Kom Mata pelajaran                  : Bahasa Lampung Hari, Tanggal    ...