Total Tayangan Halaman

Senin, 28 September 2026

Bahasa Lampung Kelas 7 Semester Ganjil "Aksara Lampung", Senin 28 September 2026

 

Idendtitas

Nama Guru       : Tungga Wijaya, S.Kom

Mata Pelajaran  : Bahasa Lampung

Hari/Tanggal      : Senin 28 September 2026 

Fase/Kelas        : D / 7

Judul Materi       : Aksara Lampung

Pertemuan ke    : 8

 

BAB 3

CP: Siswa mampu memahami dan mengungkapkan isi wacana lisan baik sastra maupun non sastra

Tujuan Pembelajaran : 

Siswa mampu memahami, membaca, dan menuliskan kata/kalimat sederhana menggunakan Aksara Lampung (Kelabai Surat) serta Anak Huruf (Anak Surat) sesuai kaidah penulisan dan dialek setempat secara cermat, terstruktur, dan santun.

Model Pembelajaran   : Tatap Muka
Metode Pembelajaran : penugasan / Studi kasus, Ceramah

  • Meaningful (Bermakna): Siswa memahami bahwa Kelabai Surat (induk huruf) dan Anak Surat (anak huruf) merupakan identitas literasi adiluhung warisan leluhur Lampung. Menguasai aksara daerah membuat siswa tidak hanya terhubung dengan akar budayanya, tetapi juga mampu menjaga serta melestarikan dokumen kebudayaan agar tidak punah ditelan zaman.

  • Mindful (Berkesadaran): Siswa mengamati dan menganalisis secara cermat perbedaan bentuk 20 induk huruf, fungsi serta tata letak anak huruf (di atas, di bawah, atau di samping), dan perubahan vokal/konsonan mati secara teliti agar tidak terjadi kesalahan bunyi maupun makna tulisan.

  • Joyful (Menyenangkan - Pembelajaran Daring): Kuis interaktif "Detektif Aksara Digital" melalui platform seperti Quizizz/Kahoot, atau gim tebak kata beraksara via grup WhatsApp/Google Meet. Siswa berlomba membaca dan mendeskripsikan letak anak huruf dari kata-kata sederhana secara santai, seru, dan interaktif dari rumah masing-masing.

Alur Tujuan Pembelajaran : 

  1. Peserta didik mampu mengidentifikasi dan melafalkan 20 Induk Huruf Aksara Lampung (Ka, Ga, Nga...) beserta tanda bunyinya secara tepat. (Prt.1)
  2. Peserta didik mampu membedakan fungsi dan tata letak 12 Anak Huruf (Anak Surat) yang berada di atas, di bawah, dan di samping induk huruf. (Prt.2)
  3. Peserta didik mampu mengalihaksarakan (transliterasi) kata dan kalimat sederhana dari huruf Latin ke Aksara Lampung atau sebaliknya. (Prt.3)
  4. Peserta didik mampu menyusun dan menuliskan kalimat/pesan singkat beraksara Lampung secara terstruktur untuk menyampaikan pengamatan atau ungkapan sehari-hari. (Prt.4)

Materi Pelajaran :  Aksara Lampung dan Anak huruf Aksara

Metode Pembelajaran :
  1. Ceramah, 
  2. Penugasan                                            

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin, wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Anak-anakku, sebelum kita menyelami materi Aksara Lampung dan Anak Huruf (Kelabai Surat ghik Anak Surat), mari kita renungi:

  1. Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT menciptakan manusia dengan anugerah kemampuan berbahasa dan berkomunikasi. Keteraturan dan keindahan ciptaan-Nya menginspirasi para leluhur Lampung untuk menciptakan sistem simbol grafis berupa 20 Induk Huruf (Kelabai Surat) dan Anak Huruf (Anak Surat) sebagai sarana mendokumentasikan pemikiran, sejarah, dan nilai kebudayaan secara terstruktur dan beradab.

  2. Al-Malik (Maha Memelihara/Penguasa): Allah SWT menguasai dan mengatur alam semesta melalui aturan hukum yang tertib dan konsisten. Hal ini mengajarkan kita pentingnya kedisiplinan dalam menerapkan aturan penulisan aksara dan tata letak anak huruf (baik di atas, di bawah, maupun di samping induk huruf) agar pesan tertulis dapat terpelihara keasliannya, dibaca dengan benar, serta tidak menimbulkan salah tafsir.

  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT melimpahkan rezeki berupa kekayaan literasi dan aksara daerah yang khas bagi masyarakat Lampung. Keterampilan membaca dan menulis Aksara Lampung hadir sebagai rezeki berpikir agar kita dapat melestarikan warisan literasi leluhur, menjaga identitas budaya, serta menyebarkan pesan-pesan kebaikan melalui tulisan beraksara yang bermakna.

Aksara Lampung dan Anak Huruf

 
  • Aksara Lampung: 
    Sistem tulisan yang terdiri dari 20 huruf induk (kelabai surat) yang dibaca dan ditulis dari kiri ke kanan dengan bunyi dasar suku kata ber-vokal 
  • Anak Huruf: 
    Tanda diakritik atau benah surat (berjumlah sekitar 10–12 buah) yang diletakkan di atas, di bawah, atau di samping huruf induk.

  • Fungsi Anak Huruf: 
    Mengubah, menambah, atau menghilangkan vokal dasar pada huruf induk (seperti mengubah bunyi [a] menjadi [i, u, o, e], atau menambahkan konsonan mati seperti [ng, r, h], dan [n] di akhir suku kata). Aksara Lampung (Had Lampung) terdiri dari pembahasan Kelabai Sughat (Induk Huruf) dan Anak Sughat/Benah Sughat (Anak Huruf).A. Kelabai Sughat (Induk Huruf)Pengertian: Karakter dasar aksara Lampung yang melambangkan suku kata dengan vokal bawaan /a/.Jumlah: Terdapat 20 buah induk huruf yang sering disebut sebagai kaganga.Urutan 20 Induk Huruf:

B. Anak Huruf (Benah Sughat / Anak Sughat)

Pengertian: Tanda diakritik atau tanda baca tambahan yang berfungsi untuk mengubah vokal dasar /a/ pada induk huruf menjadi vokal lain (/i/, /u/, /e/, /o/, /ai/, /au/) atau menambahkan konsonan mati di akhir suku kata.Jumlah: Terdapat 12 buah anak huruf dalam aksara Lampung.
Berdasarkan letak penulisan terhadap induk huruf (kelabai sughat), anak huruf dibagi menjadi tiga kelompok:

  1. Terletak di Atas Induk Huruf (6 buah)Ulan / Ulan i (bunyi /i/)Ulan e (bunyi /e/ taling/seperti pada kata bebek)Bicek (bunyi /e/ pepet/seperti pada kata pepaya)Datas (bunyi akhiran /an/)Rejenjung (bunyi akhiran /ar/ atau /r/)Tekelubang (bunyi akhiran /ang/)
  2. Terletak di Bawah Induk Huruf (3 buah)Bitan / Bitan u (bunyi /u/)Bitan o (bunyi /o/)Tekelungau (bunyi diphthong /au/ atau /aw/)
  3. Terletak di Samping / Belakang Induk Huruf (3 buah)Tekelingai (bunyi diphthong /ai/)Keleniah (bunyi akhiran /ah/)Nengen (tanda untuk mematikan atau menghilangkan vokal /a/ pada induk huruf / konsonan mati)

Tugas..
Ubahlah kalimat berikut menjadi huruf aksara lampung :
- Saya pergi ke sekolah pagi sekali
- Provinsi kami adalah provinsi lampung

Kesimpulan / Refleksi:   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahasa Lampung Kelas 8 Semester Ganjil "Kisi-Kisi STS", Selasa 29 September 2026

IDENTITAS :   Nama Guru                        : Tungga Wijaya, S.Kom Mata pelajaran                  : Bahasa Lampung Hari, Tanggal        ...