Total Tayangan Halaman

Senin, 28 September 2026

Bahasa Lampung Kelas 9 Semester Ganjil "Reringget dan Pisaan", Senin 28 September 2026

 

Idendtitas

Nama Guru       : Tungga Wijaya, S.Kom

Mata Pelajaran  : Bahasa Lampung

Hari/Tanggal      : Senin 28 September 2026 

Fase/Kelas        : D / 9

Judul Materi       : 

Pertemuan ke    : 7 

BAB 4

CP:
Pada akhir Fase D, Siswa mampu membaca, memahami, dan menganalisis wacana informasi kebudayaan daerah Lampung, serta menyajikan gagasan mengenai makna, struktur, dan unsur lambang daerah Lampung secara tertulis dalam bentuk teks eksposisi menggunakan kalimat bahasa Lampung yang efektif, runtut, dan sesuai kaidah kebahasaan.

TP : Siswa mampu mengekspresikan dan memahami isi ringget yang telah diperdengarkan

Model Pembelajaran   : Tatap Muka
Metode Pembelajaran : Penugasan, Ceramah

  • Meaningful (Bermakna): Siswa memahami bahwa Reringget (puisi adat Pepadun) dan Pisaan (puisi adat Saibatin) bukan sekadar nyanyian atau bait sastra biasa, melainkan media tutur luhur yang memuat nilai-nilai nasihat kehidupan, tatanan moral, puji-pujian, serta ungkapan perasaan yang menghubungkan generasi muda dengan kearifan adat kedua suku Lampung.

  • Mindful (Berkesadaran): Siswa mendengarkan dan mengamati bait-bait Reringget dan Pisaan secara cermat, lalu menganalisis struktur bait, rima, irama penuturan, serta makna kiasan (makna tersirat) di dalamnya secara teliti untuk meresapi pesan moral dan keindahan Bahasa Lampung klasik secara berkesadaran.

  • Joyful (Menyenangkan - Pembelajaran Daring): Tantangan "Tebak Pesan Moral & Sambung Bait" melalui rekaman suara (voice note) di grup WhatsApp atau platform interaktif seperti Quizizz/Padlet. Siswa mendengarkan cuplikan audio Reringget/Pisaan pendek, lalu berlomba menebak makna nasihatnya atau melengkapi baris terakhir dengan kalimat mereka sendiri secara santai dan gembira dari rumah.

Alur Tujuan Pembelajaran : 

  • Siswa mampu mendengarkan ringget yang dicontohkan oleh guru
  • Siswa mampu Menirukan nada lagu secara berkelompok/individu

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin, wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

Anak-anakku, sebelum kita menyelami materi Sastra Lisan Lampung (Reringget dan Pisaan), mari kita renungi:

  1. Al-Khaliq (Maha Menciptakan): Allah SWT menciptakan manusia dengan anugerah akal, rasa, dan keindahan tutur kata. Dari keagungan ciptaan-Nya, para leluhur Lampung terinspirasi untuk merangkai bait-bait sastra lisan seperti Reringget (Pepadun) dan Pisaan (Saibatin) sebagai wujud rasa seni yang indah, terstruktur, serta memancarkan keagungan estetika berbahasa.

  2. Al-Malik (Maha Memelihara/Penguasa): Allah SWT menguasai dan mengatur seluruh alam raya melalui pesan-pesan moral dan kebenaran yang abadi. Hal ini mengajarkan kita pentingnya Reringget dan Pisaan sebagai media tutur untuk memelihara tatanan adat, menyampaikan nasihat kehidupan, serta menjaga norma kesantunan agar kehidupan bermasyarakat tetap teratur, harmonis, dan penuh rasa hormat.

  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah SWT melimpahkan rezeki berupa kekayaan kearifan lokal, petuah luhur, dan kebudayaan lisan yang tak ternilai harganya. Kemampuan memahami serta menuturkan Reringget dan Pisaan hadir sebagai rezeki berpikir agar kita dapat menjaga kelestarian sastra daerah, meresapi pesan-pesan kebaikan, serta meneruskan warisan leluhur demi membangun karakter generasi muda yang beradab.

RERINGGET (Puisi Dalam Adat Masyarakat Lampung)

  

  

 

 

 

 

Contoh Puisi Reringget :

 

 

Contoh Ringget 2
Tabik nuppang cerito (maaf numpang berkata)
Sikam pun kilu watteu (Saya mohon waktu)
Unyen gham sai tetengan (Kepada semua yang hadir)
Wawai pik wawai harei (Kesempatan baik hari ini)

Panas kebiyan sino (Hari ini)
Nyak diitarken bidang sukeu (Saya dilepas oleh semua suku)
Lajeu bidang kebuaian (Beserta semua kebuaian)
Anak lunjak patcah ajei (Dari podium kebesaran adat)

Ayah umei metei wo (Ayah Ibu kalian berdua)
Lajeu segalo uppeu (Beserta kakek dan nenek)
Munih apak kemaman (juga paman)
Keminan tutuk mehanei (Bibi, adik, dan kakak)

Sakik setenno ajo (Sakit sebenarnya ini)
Lak puas di atei keu (Belum puas rasanya)
Tahhun lak piho limban (Belum terlalu lama)
Di unggak kepikan metei (Di atas pangkuan kalian)

Mulei di libo ghabo (Gadis di hilir dan di hulu)
Meghanai bidang sukeu (Pemuka seluruhnya)
Ki wat nyapang aturan (Andaikan ada kesalahan)
Nyak mahap jamo metei (Saya mohon maaf kepada kalian)

Iduh kapan gham tunggo (Entah kpan kita berjumpa)
Nyak lapah makko watteu (Saya pergi tidak terbatas waktu)
Pepido siwek rasan (Kita sama-sama disibukkan pekerjaan)
Dibingei, tukuk, debel (Malam, pagi, dan sore)

 

 

 

 

 

 

 

Tugas..
Coba Kamu Bawakan / lantunkanlah reringget dengan alunan nada sura dan diiringi lagu didepan teman-teman kelas..

 

Kesimpulan / Refleksi: 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahasa Lampung Kelas 8 Semester Ganjil "Kisi-Kisi STS", Selasa 29 September 2026

IDENTITAS :   Nama Guru                        : Tungga Wijaya, S.Kom Mata pelajaran                  : Bahasa Lampung Hari, Tanggal        ...