IDENTITAS :
Nama Guru : Tungga Wijaya, S.Kom
Mata pelajaran : Bahasa Lampung
Hari, Tanggal : Selasa 8 September 2026
Kelas / Fase : VIII / D
Materi Pembahasan : Kisi-kisi STS
Pertemuan Ke : 8
BAB 3
CP:
Pada akhir fase D, Siswa mampu secara umum memiliki kemampuan berbahasa Lampung untuk berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan, konteks sosial dan akademik. Secara khusus peserta didik; (1) mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra; (2) mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan menangapi informasi dari penyajian teks nonfiksi dan fiksi; (3) mampu menulis berbagai teks dengan lebih terstruktur untuk menyampaikan pengamatan dan pengalamannya serta menuliskan tangggapannya terhadap paparan dan bacaan menggunakan pengalaman dan pengetahuannya; (4) dan mampu menganalisis dan mengevaluasi informasi/pesan yang didengar.
Tujuan Pembelajaran :
mampu menganalisis, menginterpretasi, dan mengevaluasi beragam teks berbahasa dan beraksara Lampung—meliputi teks deskripsi objek wisata, teka-teki (teteduhan), wacana narasi legenda (Latin dan Aksara Lampung), serta teks pengumuman—untuk memahami unsur intrinsik, struktur bahasa, kaidah alih aksara, dan nilai kearifan lokal secara cermat, kritis, dan santun.
- Tatap Muka
- Penugasan Soal Isian
1. Meaningful (Bermakna)
Siswa memahami bahwa pengerjaan asesmen formatif ini bukan sekadar menjawab soal, melainkan bentuk apresiasi terhadap warisan kearifan lokal Lampung—baik melalui pesan moral dalam legenda beraksara Lampung, kekayaan alam objek wisata daerah, maupun kejelian berpikir dalam teka-teki tradisional—sehingga tumbuh rasa bangga dan kepedulian untuk melestarikan identitas budaya Lampung.
2. Mindful (Berkesadaran)
Siswa secara fokus, cermat, dan teliti membaca serta menganalisis teks legenda beraksara Lampung, mengidentifikasi detail informasi penting tentang objek wisata, dan memikirkan keterkaitan logika kata pada teka-teki berbahasa Lampung sebelum merumuskan jawaban yang tepat dan efektif pada lembar soal isian mandiri.
3. Joyful (Menyenangkan)
Asesmen Sumatif Tengah Semester berbasis lembar kerja (LKPD) isian interaktif:
Misi 1: Memecahkan teka-teki lucu dan menarik berbahasa Lampung sebagai pemanasan.
Misi 2: Menyingkap misteri cerita legenda beraksara Lampung.
Misi 3: Merancang rekomendasi pesan singkat tentang keindahan objek wisata Lampung secara mandiri dengan alur yang santai, visual yang menarik, dan menyenangkan dari rumah/kelas.
Materi:Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Anak-anakku, sebelum kita menyelesaikan lembar Asesmen Formatif (Penilaian Harian) hari ini, mari kita renungi bersama:
Al-Khaliq (Maha Menciptakan):
Allah SWT menciptakan bumi Lampung dengan pesona objek wisata alam yang menakjubkan, kekayaan aksara, serta keindahan bahasa Lampung. Melalui analisis wacana narasi legenda dan potensi keindahan wisata daerah, kita diajak mengagumi mahakarya penciptaan-Nya serta bersyukur atas keanekaragaman budaya dan tempat yang diciptakan untuk kita huni.
Al-Malik (Maha Memelihara/Penguasa):
Allah SWT menguasai dan mengatur segala keteraturan alam raya serta tatanan bahasa. Kekuasaan-Nya mengajarkan kita untuk teliti dan bijaksana—baik dalam menganalisis pesan moral legenda beraksara Lampung, memecahkan teka-teki berbahasa Lampung, maupun memelihara kelestarian objek wisata daerah demi menjaga keharmonisan alam dan tradisi.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki):
Allah SWT melimpahkan rezeki berupa kekayaan sastra tutur, kelincahan berpikir melalui teka-teki, serta keahlian berbahasa dan membaca aksara Lampung. Kemampuan kita dalam merespons pertanyaan dan menguraikan kembali informasi pada lembar asesmen formatif soal isian ini adalah bentuk rezeki akal pikiran untuk terus melestarikan warisan budaya yang tak ternilai harganya.
Kisi-Kisi STS Bahasa Lampung
BAB 1 Objek-objek wisata di lampung
BAB 2 Teka-teki berbahasa Lampung
Teka-teki
(Teteduhan atau Seganing) mencakup contoh-contoh teka-teki tradisional
yang mendeskripsikan benda, makanan, atau fenomena alam dengan bahasa
kiasan, seperti "Makan sekali kenyang bertahun-tahun" (Bantal) atau
"Jika dia makan dia mengeluarkan tongkat" (Kupu-kupu). Teka-teki ini
menggunakan gaya bahasa simbolis untuk melatih daya imajinasi dan
pemahaman bahasa, serta sering digunakan dalam interaksi sosial dan
acara muda-mudi.
Contoh Teka-Teki (Teteduhan/Seganing)
Berikut adalah beberapa contoh teka-teki dalam bahasa Lampung yang bisa digunakan sebagai materi kelas 8:
Teteduhan I (Teka-teki 1)
Pertanyaan: Mengan sekali betong betahun-tahun.
Terjemahan: Makan sekali kenyang bertahun-tahun.
Jawaban: Battal / bantal.
Teteduhan II (Teka-teki 2)
Pertanyaan: Mengan 'jak banguk, mising anjak sapping.
Terjemahan: Makan dari mulut, buang air besar dari samping.
Jawaban: Kaki (mengacu pada proses makan dan keluar dari kaki).
Teteduhan III (Teka-teki 3)
Pertanyaan: Kik ia mengan ia ngeluwahko tunkkok.
Terjemahan: Jika dia makan dia mengeluarkan tongkat.
Jawaban: Aliwawak / kupu-kupu.
Teteduhan IV (Teka-teki 4)
Pertanyaan: Kebok ghangok bulu tungga bulu tambah munni tambah bangik.
Terjemahan: Tutup pintu bulu, bertemu bulu tambah lama tambah enak.
Jawaban: Tidur.
Teteduhan V (Teka-teki 5)
Pertanyaan: Bangong tebukak kenahan isi mak ngedok tulan, kughuk lubang ghasani bangik nihan.
Terjemahan: Waktu terbuka kelihatan isi tidak ada tulang, masuk lubang rasanya enak sekali.
Jawaban: Mengan pisang (makan pisang).
Fungsi dan Manfaat
- Mengembangkan Imajinasi:Teka-teki melatih daya imajinasi dan kemampuan berpikir kritis siswa untuk memahami deskripsi yang tidak langsung.
- Memahami Bahasa Kiasan:
Siswa belajar mengenali dan memahami penggunaan bahasa simbolis atau kiasan yang sering digunakan dalam teka-teki. - Melestarikan Budaya:
Teka-teki (teteduhan/seganing) merupakan bagian dari sastra lisan Lampung yang perlu dilestarikan. - Hiburan Edukatif:
Permainan teka-teki ini berfungsi sebagai hiburan yang mendidik, meningkatkan partisipasi dan keaktifan siswa dalam pembelajaran Bahasa Lampung.
BAB 3 Wacana narasi (legenda) dalam bahasa/aksara Lampung
Asal Usul Nama Lampung
Legenda Asal Usul Nama Lampung (Legenda Ompung Silamponga)
Legenda
ini mengisahkan tentang seorang tokoh bernama Ompung Silamponga, salah
satu dari empat bersaudara yang selamat dari letusan gunung berapi di
Tapanuli.
- Legenda adalah cerita rakyat yang dipercaya benar oleh masyarakat, biasanya mengandung nilai-nilai luhur, sejarah, atau asal-usul suatu tempat atau peristiwa.
- Dalam budaya Lampung, legenda memiliki peran penting dalam mewariskan nilai-nilai budaya, sejarah, dan identitas masyarakat Lampung dari generasi ke generasi.
- Mempelajari legenda Lampung membantu siswa memahami kekayaan budaya dan kearifan lokal Lampung.
Kata "Lappung"
Lampung berasal dari kata dalam bahasa Batak "lappung" yang berarti besar atau luas. Istilah tersebut secara historis dikaitkan dengan letusan Gunung Merapi di utara Pulau Andalas, sekarang disebut sebagai Danau Toba. Pada saat Gunung Merapi meletus, warga yang terjebak di Pantai Krui meneriakkan nama "lappung". Diyakini dari situlah nama Lampung berasal.
Kata "Lampohwang"
Menurut sejarawan Belanda bernama Prof Dr Krom, Lampung berasal dari kata "Lampohwang" yang berasal dari bahasa Cina. Awalnya pada abad ke-4 Masehi, Kerajaan Tulangbawang di Lampung mempunyai hubungan dagang di kota Kwancou. Kota Kwancou sendiri merupakan pusat perdagangan maju di China.
BAB 4 Pengumuman dalam bahasa Lampung
Membuat pengumuman Bahasa Lampung
Pengumuman bertujuan untuk memberitahukan suatu hal kepada khalayak ramai. Untuk membuatnya, perhatikan beberapa hal berikut:
- Gunakan bahasa yang jelas dan persuasif (mengajak). Isinya harus mudah dipahami dan tidak bertele-tele.
- Buatlah dalam bentuk yang menarik.
- Sebutkan pokok-pokok pengumuman terlebih dahulu sebelum menulis teks lengkapnya.
- Tentukan target pembacanya.
Contoh pengumuman dalam bahasa Lampung:PENGUMUMANLapah gham nutuk lomba pidato dilom bahasa Lappung dialek A/O di Perpustakaan Daerah Lampung (Pusda). Alamatni di Jalan Pengajaran Teluk Betung Utara. Lomba dilaksanako tanggal 20 Desember 2022. Dapokko hadiah-hadiah gegoh: tabanas, piala, piagam. Geluk daftar ganta juga jama gughu bahasa Lampungmu disekulah masing-masing, paling telat tanggal 1 Desember 2022.
Mari mengikuti lomba berpidato dalam bahasa Lampung dialek A/Odi Perpustakaan Daerah Lampung (Pusda). Alamat : Jalan PengajaranTeluk Betung Utara. Lomba dilaksanakan tanggal 20 Desember 2022. Dapatkan hadiah-hadiah seperti: tabanas, piala, piagam. Daftar sekarang juga melalui guru bahasa Lampungmu di sekolah masing-masing. Paling Lambat 1 Desember 2022.Berikut contoh pengumuman kegiatan sekolah :PENGUMUMANKepada seluruh siswa/siswi kelas 8,
diberitahukan bahwa akan diadakan Lomba Pidato dan Ngidak Bintang (Menyanyi) Bahasa Lampung pada:- Hari, Tanggal : Senin, 21 Oktober 2025
- Waktu : Pukul 03.00 WIB s.d. selesai
- Tempat : Aula / Lapangan Sekolah
- Keterangan : Setiap kelas wajib mengirimkan dua perwakilan untuk lomba.
Pendaftaran dapat dilakukan di ruang OSIS paling lambat hari Rabu, 8 Oktober 2025.
Terima kasih.
Bandar Lampung, 15 September 2025
Kepala Sekolah
Kesimpulan / Refleksi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar